Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) tahap kedua di desa Panggungharjo akan sudah dimulai. PNPM tahap kedua ini ada di 8 (tujuh) kegiatan. Infrastrukur berupa bangket dan cor beton di 7 titik lokasi meliputi pedukuhan Garon, Kweni, Sawit, Jaranan, Pelemsewu, dan Dongkelan, Glugo-Kapyak Kulon. Sedangkan 1 kegiatan berupa Pelatihan Ternak Kambing PE yang pelaksanaannya akan segera ditentukan.
Infrastruktur pengerasan jalan dengan cor blok / rabat beton di 5 lokasi meliputi pedukuhan Garon dengan volume 38,64 m3, pedukuhan Sawit dengan volume 40,95 m3, pedukuhan Kweni dengan volume 40,74 m3 pedukuhan Dongkelan 50,75 m3 dan pedukuhan Glugo-Krapyak Kulon dengan volume 80,1 m3. Sedangkan 2 lokasi berupa bangket jalan dan saluran irigasi di pedukuhan Jaranan dengan volume 111,02 m3 dan Pelelmsewu dengan volume 78,75 m3.
Dana PNPM MP yang telah dicairkan oleh BKM Panggungharjo diserahkan kepada 7 KSM yang telah terbentuk dilaksanakan pada Selasa (22/12) di Gasebo kolam ikan Mino Asri jam 16.00 wib.
Dalam pertemuan ini juga di bahas tentang koordinasi pelaksanaan PNPM MP di masing-masing titik/lokasi.
BKM Panggungharjo mengadakan Pelatihan Kader Paud pada Senin (16/11) di Balai Desa Panggungharjo. Pelatihan ini sebagai tindak lanjut dari usulan KSM Panggung Mulia yang didanai oleh PNPM Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) di Desa Panggungharjo. Menurut keterangan ibu Sugiarti, S.Pd selaku ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Panggung Mulia sebagai penyelenggara, kegiatan pelatihan diikuti 51 peserta perwakilan dari 14 pedukuhan yang ada di desa Panggungharjo. Selain program pelatihan kader ini, KSM Panggung Mulia juga akan menyalurkan bantuan alat kepada beberapa Paud yang ada di pedukuhan-pedukuhan. Kegiatan Pelatihan Paud berakhir pada pukul 16.00 WIB
Desa Panggungharjo melalui BKM Panggungharjo mendapatkan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Program yang telah diajukan dan disetujui berujud pembangunan infrastuktur dan bantuan untuk kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) . Infrastrukur berupa bangkat dan coor beton, meliputi 4 titik lokasi di pedukuhan Pandes, Geneng, Cabean dan Ngireng-ireng. Untuk PAUD akan dibantukan di 3 pedukuhan yang sudah berjalan kegiatan PAUD-nya yang belum ditentukan pedukuhan yang mendapatkan bantuan.
Sedangkan kelanjutan bantuan lewat BDL JRF, tahap berikutnya di pedukuhan Krapyak Wetan dan Glugo meliputi pembangunan MCK dan Bangket. Untuk program PAKET di Panggungharjo ada 3 kegitaan, Pangngungharjo Subur melaksanakan pembangunan Corblok di Ngireng-ireng dan Bangket aftur buntung di Sawit. Panggungharjo Mandiri berupa pengembangan ternak kambing untuk 40 KK.
BKM Panggungharjo, beberapa pekan ini menyusun dan menyiapkan laporan penggunaan dana JRF BDL untuk tahap 2. Bersama dengan Faskel dan Panitia Pelaksana (PP) BKM Panggungharjo berusaha menyelesaikan laporan penggunaan dana.
Menurut keterangan Koordinator BKM Panggungharjo Putra Setiyarta SPd, sehubungan dengan pelaksanaan JRF BDL di desa Panggungharjo, kita harus tertib administrasi sehingga jika ada yang pihak memerlukan dokumen laporan kita sudah siap, termasuk kalo ada kunjungan dari NMC dan Bank Dunia yang telah mengucurkan dana untuk program Rekompak JRF.
Kita wajib bersyukur, pasca gempa di Bantul khususnya di desa Panggungharjo, untuk JRF telah banyak memberikan andil dalam pemulihan sarana rumah dan lingkungan. Semua program telah tersusun di dalam Dokumen CSP RPP, dan di Panggungharjo telah disetujui 21 titik, dan pada tahap ke 2 ini telah menyelesikan 6 titik pembangunan melalui dana Rekompak JRF, pada tahap 1 telah selesai di 4 titik di pedukuhan Pelemsewu, Ngireng-ireng, Prancak Glondong dan Pandes. sedangkan pada pelaksanaan tahap ke 2 ini akan menyelesaikan 2 titik di pedukuhan Garon dan Sawit berupa pembangunan saluran irigasi.
Pelaksanaan Bantuan Dana Lingkungan JRF untuk tahap kedua di desa Pangungharjo sudah dimulai. Untuk Tahap kedua ini ada dua titik pelaksanaan, titik pertama kegiatan Bangket Sungai Buntung di wilayah pedukuhan Sawit sepanjan 145 m dengan bantuan dari JRF sebesar Rp 87.076.900 swadaya Rp 1.289.696,75. Titik kedua kegiatan pembangunan Bangket Sungai Sabuk Tampar di wilayah pedukuhan Garon tepatnya di dusun Kadangan dengan panjang 164 m menggunakan dana JRF sebasar Rp 150.848.300 swadaya Rp 6.818.100.Pelaksanaan pembangunan dimulai Senin 22 Juni 2009, dengan menggunakan tenaga kerja lokal penduduk desa Panggungharjo.
Ketua BKM Panggungharjo, Putra Setiyarta Spd, mengatakan “Pelaksanaan rehabilitasi rekonstruksi masyarakat dan permukiman berbasis kecamatan (Rekompak) Java Reconstruction Found (JRF) tahap II di desa Panggungharjo, ini merupakan kelanjutan dari tahap I yang sudah selesai dan diserahkan sekitar bulan Maret 2009 yang lalu. Pada Tahap I lalu BKM Panggungharjo dengan Pantitia Pembangunan telah berhasil menyelesaikan pembangunan bangket sungai pedukuhan di Pelemsewu, Ngireng-ireng dan Prancak Glondong. Untuk pelaksanaan tahap II juga ditangani oleh Panitia Pembangunan, tambahnya.